Deretan Lagu K-Pop – Musik dapat membantu siswa rileks, tetapi selama ujian, keheningan sering dianggap penting untuk konsentrasi dan keadilan.
Di banyak sekolah dan pusat ujian, lagu-lagu K-pop secara eksplisit dilarang diputar selama ujian.
Bukan karena kualitasnya, tetapi karena betapa menarik dan mengganggunya lagu-lagu tersebut.
Irama K-pop yang energik, melodi yang mudah diingat, dan lirik yang emosional dapat dengan mudah mengalihkan perhatian siswa dari lembar jawaban mereka.
Berikut adalah beberapa kategori dan contoh lagu K-pop yang sering dilarang selama ujian, beserta alasan di balik pembatasan ini.
Mengapa Musik Dibatasi Selama Ujian

Aturan ujian dirancang untuk menciptakan lingkungan netral di mana setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk fokus.
K-pop, khususnya, dikenal karena ritmenya yang berenergi tinggi, koreografi yang mudah diingat, dan vokal yang sarat emosi.
Bahkan versi instrumentalnya pun dapat memicu keinginan untuk ikut bernyanyi, yang mengganggu konsentrasi.
Karena alasan ini, banyak institusi melarang musik sepenuhnya—atau secara khusus melarang lagu-lagu populer yang dapat mengganggu tidak hanya pendengar tetapi juga orang lain di ruangan tersebut.
Deretan Lagu K-Pop yang Dilarang Selama Ujian di Korea
1. Lagu-lagu K-Pop Berenergi Tinggi
K-Pop dengan beat yang kuat dan chorus yang eksplosif termasuk yang paling sering dilarang selama ujian.
Lagu-lagu ini dirancang untuk memberi energi kepada pendengar, yang secara langsung bertentangan dengan fokus tenang yang dibutuhkan dalam ujian.
Contoh yang sering dikutip meliputi:
– “Fire” dari BTS
– “Bang Bang Bang” dari BIGBANG
– “God’s Menu” dari Stray Kids
Lagu-lagu ini menampilkan drop yang intens dan ritme yang kuat yang dapat meningkatkan detak jantung dan menyulitkan untuk mempertahankan proses berpikir yang stabil.
Bahkan dengan headphone, dampaknya dapat mengganggu ritme mental selama pemecahan masalah atau penulisan esai.
2. Lagu-lagu dengan Lirik yang Menarik dan Chorus yang Mudah Dinyanyikan Bersama

K-pop unggul dalam menciptakan hook yang tetap terngiang di kepala Anda lama setelah lagu berakhir.
Selama ujian, ini menjadi masalah. Lagu-lagu dengan lirik berulang atau bagian chorus bergaya nyanyian dapat terus terulang tanpa henti di benak siswa.
Contoh lagu yang umumnya dilarang antara lain:
– “Cheer Up” dari TWICE
– “Dynamite” dari BTS
– “Love Scenario” dari iKON
Lagu-lagu ini ringan dan menyenangkan, tetapi mendorong nyanyian bawah sadar, yang bersaing dengan pemahaman bacaan dan daya ingat.
3. Lagu-lagu yang Berfokus pada Pertunjukan dan Memicu Gangguan Visual
Banyak lagu K-pop tidak dapat dipisahkan dari koreografi ikoniknya. Bahkan mendengar beberapa detik pertama saja dapat menyebabkan siswa membayangkan pertunjukan, panggung, atau video musik.
Lagu-lagu yang sering dikaitkan dengan masalah ini antara lain:
– “How You Like That” dari BLACKPINK
– “Next Level” dari aespa
– “Fancy” dari TWICE
Alih-alih fokus pada soal ujian, siswa mungkin secara mental memutar ulang gerakan tari atau kostum panggung, sehingga mengganggu konsentrasi pada saat-saat kritis.
4. Balada yang Penuh Emosi

Tidak semua lagu yang dilarang itu keras. Lagu-lagu balada K-pop yang emosional juga dapat mengganggu, terutama selama ujian yang penuh tekanan.
Lagu-lagu ini dapat membangkitkan perasaan nostalgia, kesedihan, atau romantis, yang dapat mengganggu pemikiran logis.
Contohnya antara lain:
– “Spring Day” dari BTS
– “Eyes, Nose, Lips” dari Taeyang
– “Beautiful Goodbye” dari Chen
Lagu-lagu seperti itu dapat mengubah keadaan emosional siswa, sehingga lebih sulit untuk tetap objektif dan fokus.
Kesimpulan
K-pop dirayakan di seluruh dunia karena kreativitas, emosi, dan energinya—tetapi kekuatan yang sama membuatnya tidak cocok untuk lingkungan ujian.
Baik itu lagu yang bersemangat, lagu pop yang menarik, atau balada yang menyentuh hati, lagu-lagu K-pop sering dilarang selama ujian karena terlalu melibatkan otak.
Untuk situasi ujian, keheningan atau kebisingan latar netral tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga fokus dan keadilan.
Simpan daftar putar untuk setelah lembar ujian terakhir dikumpulkan, lagu-lagu favorit Anda akan terdengar lebih baik saat itu. (Fahma Ardiana)






Tinggalkan komentar